5 Kesalahan Fatal Memilih Lokasi Usaha F&B yang Bisa Bikin Bisnis Gulung Tikar
Bisnis kuliner di Indonesia terus tumbuh setiap tahun. Tapi di balik ramainya coffee shop baru, resto kekinian, dan gerai makanan kekinian yang bermunculan, ada fakta yang jarang dibahas terang-terangan: sebagian besar usaha F&B tutup dalam 1–2 tahun pertama. Rasanya enak, konsepnya menarik, marketing sudah jalan, tapi tetap sepi pembeli.
"Akar masalahnya, hampir selalu, sama: Lokasi dan Kompetisi."
Memilih tempat usaha bukan sekadar soal "yang penting sewa murah" atau "kelihatannya ramai". Berikut lima kesalahan yang paling sering bikin bisnis F&B gagal sejak hari pertama beroperasi.
1. Memilih Lokasi Berdasarkan Feeling, Bukan Data
Ini kesalahan paling umum. Pemilik usaha lewat depan sebuah ruko, merasa "kayaknya ramai nih", lalu langsung deal sewa. Padahal keramaian yang terlihat sekilas belum tentu mencerminkan siapa yang lewat, jam berapa mereka lewat, dan apakah mereka memang calon pembeli produk yang dijual.
Feeling itu penting sebagai insting bisnis, tapi tidak cukup untuk keputusan sebesar sewa properti komersial 2–5 tahun ke depan.
2. Mengabaikan Profil Demografi di Sekitar Lokasi
Sebuah lokasi bisa saja ramai, tapi ramai oleh siapa? Kalau target market kamu adalah pekerja kantoran usia 25–35 tahun dengan daya beli menengah atas, tapi lokasi yang dipilih dikelilingi permukiman keluarga dengan anak sekolah, konsepnya bisa jadi tidak nyambung meski secara traffic terlihat bagus di atas kertas.
Kecocokan antara profil konsumen sekitar dan target pasar produk adalah fondasi, bukan pelengkap.
3. Tidak Memetakan Kompetitor di Radius Terdekat
Banyak pebisnis F&B baru sadar ada 3 coffee shop lain dalam radius 300 meter *setelah* gerai dibuka. Kompetitor bukan berarti otomatis harus dihindari, terkadang justru bagus karena menciptakan "kawasan kuliner" yang menarik banyak orang. Tapi keputusan itu harus disadari sejak awal, bukan ditemukan belakangan.
4. Mengabaikan Aksesibilitas dan Visibilitas
Lokasi bagus tapi susah parkir. Lokasi strategis tapi ada di jalan satu arah yang bikin calon pembeli malas putar balik. Papan nama tertutup pohon atau tiang listrik. Hal-hal teknis seperti ini sering dianggap remeh saat survei lokasi, padahal berdampak langsung ke konversi orang lewat menjadi orang mampir.
5. Tidak Memperhitungkan Pola Foot Traffic Berdasarkan Jam Operasional
Sebuah area bisa sangat ramai jam makan siang tapi mati total di malam hari — atau sebaliknya. Kalau konsep bisnismu adalah dinner spot tapi lokasi yang dipilih justru punya karakter "ramai siang, sepi malam", potensi omzet bisa jauh meleset dari proyeksi.
Solusinya: Keputusan Berbasis Data, Bukan Tebak-Tebakan
Kabar baiknya, kelima kesalahan di atas sebenarnya bisa dihindari , asal ada data yang tepat sebelum tanda tangan kontrak sewa.
Di Setoutlets, kami menyediakan listing properti komersial dengan informasi lengkap, hingga potensi pasar di setiap lokasi yang tersedia. Jadi kamu lebih mudah mencari lokasi usaha .
Sebelum kamu tanda tangan kontrak sewa berikutnya, cek dulu di Setoutlets. Karena lokasi yang tepat bukan soal keberuntungan itu soal keputusan yang terinformasi.
setoutlets.com
Penulis & Partner PropertiKonsultan dan mitra properti komersial di SetOutlets. Menyediakan rekomendasi lokasi strategis untuk bisnis Anda.
Tempat Usaha dari Penulis Ini
Rekomendasi listing ruko dan properti dari setoutlets.com
Disewakan Toko Strategis Belakang Unsoed Grendeng Purwokerto Utara
Grendeng, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas
lokasi strategis belakang unsoed pusat, harga terjangkau, banyak kost dan mahasiswa Grendeng, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas
Sedang Mencari Lokasi Usaha F&B?
Jelajahi ratusan ruko, kiosk, dan space komersial yang siap huni.