Delivery-First Strategy: Bagaimana Lokasi Memengaruhi Radius dan Biaya Pengiriman GoFood/GrabFood
Sejak layanan pesan-antar makanan online menjadi kebiasaan sehari-hari, cara berpikir tentang "lokasi strategis" untuk bisnis F&B juga ikut berubah. Lokasi yang strategis untuk pelanggan walk-in belum tentu strategis untuk pelanggan delivery dan sebaliknya. Bagi bisnis yang porsi penjualannya banyak bertumpu pada aplikasi delivery, memahami perbedaan ini jadi krusial.
Dua Jenis "Strategis" yang Berbeda
Strategis untuk dine-in berarti lokasi dengan visibilitas tinggi, akses mudah, dan foot traffic pejalan kaki atau kendaraan yang lewat langsung di depan.
Strategis untuk delivery berarti lokasi berada di titik pusat dari kluster permintaan area padat penduduk atau perkantoran dengan jarak tempuh yang efisien ke sebanyak mungkin calon pemesan, terlepas dari seberapa terlihat gerai tersebut dari jalan.
Bisnis dengan model delivery-first, termasuk ghost kitchen, justru bisa memilih lokasi yang secara visual "tersembunyi" tapi tetap optimal, karena pelanggan tidak pernah datang secara fisik ke lokasi tersebut.
Kenapa Radius Pengiriman Memengaruhi Biaya dan Konversi
Semakin jauh jarak antara dapur/gerai dengan lokasi pemesan, semakin tinggi ongkos kirim yang harus ditanggung baik oleh pelanggan maupun sebagai subsidi dari pihak bisnis lewat promo. Ongkos kirim yang tinggi cenderung menurunkan tingkat konversi, terutama untuk kategori makanan dengan nilai transaksi kecil hingga menengah.
Selain itu, jarak yang jauh juga meningkatkan risiko keterlambatan pengiriman dan penurunan kualitas makanan saat sampai ke pelanggan dua faktor yang berdampak langsung ke rating dan ulasan di aplikasi delivery.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan untuk Lokasi Delivery-First
1. Kepadatan Populasi dalam Radius 2–4 Km
Semakin padat populasi di radius efektif pengiriman, semakin besar potensi jumlah pesanan tanpa perlu memperluas radius layanan.
2. Profil Demografi yang Sesuai dengan Kebiasaan Pesan Online
Area dengan populasi pekerja muda, apartemen, atau kos-kosan umumnya punya tingkat adopsi pemesanan online yang lebih tinggi dibanding kawasan perumahan keluarga tradisional.
3. Kepadatan Kompetitor di Kategori yang Sama pada Aplikasi Delivery
Sama seperti dine-in, kepadatan kompetitor sejenis di dalam radius pengiriman yang sama perlu diperhitungkan baik sebagai risiko maupun sebagai indikator bahwa permintaan kategori tersebut memang ada.
4. Aksesibilitas untuk Kurir
Lokasi yang sulit dijangkau kurir misalnya di dalam gang sempit atau kompleks dengan akses terbatas bisa memperlambat proses pickup dan berdampak pada pengalaman pelanggan.
Menyeimbangkan Dine-In dan Delivery dalam Satu Keputusan Lokasi
Bagi bisnis dengan model hybrid (dine-in sekaligus delivery) keputusan lokasi idealnya mempertimbangkan kedua sisi ini secara bersamaan, bukan hanya salah satunya. Lokasi ideal adalah yang punya visibilitas cukup baik untuk menarik pelanggan walk-in, sekaligus berada di titik padat populasi untuk mengoptimalkan radius pengiriman.
Di Setoutlets, setiap listing properti memiliki informasi untuk bisnis yang cukup lengkap yang bisa membantu menilai potensi sebuah lokasi dari kedua sisi ini sekaligus baik sebagai destinasi dine-in maupun sebagai titik produksi untuk delivery. Sebelum menentukan lokasi berikutnya, pertimbangkan dari mana sebagian besar pendapatanmu akan datang: dari orang yang datang langsung, atau dari orang yang memesan dari rumah.
setoutlets.com
Penulis & Partner PropertiKonsultan dan mitra properti komersial di SetOutlets. Menyediakan rekomendasi lokasi strategis untuk bisnis Anda.
Tempat Usaha dari Penulis Ini
Rekomendasi listing ruko dan properti dari setoutlets.com
Disewakan Toko Strategis Belakang Unsoed Grendeng Purwokerto Utara
Grendeng, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas
lokasi strategis belakang unsoed pusat, harga terjangkau, banyak kost dan mahasiswa Grendeng, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas
Sedang Mencari Lokasi Usaha F&B?
Jelajahi ratusan ruko, kiosk, dan space komersial yang siap huni.